You are currently viewing SUKSES MENGGELAR KULIAH UMUM, UNSIKA SIAP MENERAPKAN DIGITALISASI DALAM PELAKSANAAN KAMPUS MERDEKA DAN MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG  INOVATIF, KOMPETITIF, DAN UNGGUL

SUKSES MENGGELAR KULIAH UMUM, UNSIKA SIAP MENERAPKAN DIGITALISASI DALAM PELAKSANAAN KAMPUS MERDEKA DAN MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG INOVATIF, KOMPETITIF, DAN UNGGUL

Indonesia terus melakukan evaluasi dan reformasi di bidang pendidikan, sarana, prasarana pendidikan, dan kurikulum pendidikan. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan secara pembangunan menuju Sustainable Development Goals (S.D.G.s) yang diharapkan dapat terwujud pada tahun 2030. Peningkatan kompetensi pendidik yang harus memiliki keterampilan di bidang digital dan berpikir kreatif. Pemerintah harus menyelaraskan pendidikan dan industri serta menerapkan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar melalui penyusunan kurikulum yang tepat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melakukan transformasi pendidikan melalui kebijakan MBKM (Merdeka Belajar- Kampus Merdeka). Salah satu program dari kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka adalah Hak Belajar Tiga Semester atau setara dengan 60 sks di luar program studi yang merupakan amanah dari berbagai landasan hukum pendidikan tinggi dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan lulusan pendidikan tinggi salah satunya tertuang di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.  Magang, Studi/Proyek Independen, Penelitian, Kewirausahaan, Mengajar di Sekolah, Pertukaran Mahasiswa, Membangun Desa, Proyek Kemanusiaan, dan Bela Negara merupakan Sembilan bentuk MBKM.

Sebagai upaya dalam memberikan pemahaman yang tepat dan memotivasi seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan untuk aktif dalam kegiatan MBKM, Unsika menggelar kuliah umum dengan tema Penerapan Kampus Merdeka di Era Digital Guna Mencapai Unsika yang Inovatif, Kompetitif, dan Unggul. Kegiatan ini dilaksanakan secara bauran dengan undangan terbatas pada hari Rabu, 29 Desember 2021 bertempat di Gedung Aula Unsika dan dihadiri oleh ribuan mahasiswa, dosen, dan tendik Unsika melalui media daring.Tidak hanya dihadiri mahasiswa Unsika, kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang berasal dari berbagai 22 perguruan tinggi se-Indonesia.

Kegiatan ini dibuka dengan menyambut pemateri dengan mapag tamu yang menjadi salah satu ciri khas budaya tanah sunda dalam menyambut tamu yang datang. Acara ini juga menyajikan penampilan budaya nusantara yang disajikan oleh Parasika (Paguyuban Rakyat Seni Unsika) dengan meriah dan menakjubkan sehingga mampu membakar semangat peserta untuk benar-benar fokus mendengarkan sesi kuliah umum.

 “Sebagai bentuk komitmen pelaksanaan MBKM di era digital, Unsika di bawah tim kewareksatuan sedang mempersiapkan konsep  ABCD (Artificial Inteligence (AI), Blockchain(B), Cloud Computing(C),dan Data Analytics(D) sebagai bagian dari mata kuliah wajib.” tutur Prof. Dr. Sri Mulyani, Ak., ACPA., CA. selaku Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang saat membuka kegiatan kuliah umum. Rektor Unsika yakin konsep ABCD akan mampu mendukung perkembangan pelaksanaan MBKM di era digital karena tidak ada satupun aktivitas MBKM yang tidak terkait dengan digitalisasi.

Dengan menghadirkan Dr. Ir. Paristiyanti Nurwadani, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai pemateri kegiatan kuliah umum penerapan kampus merdeka di era digital, Unsika menunjukkan komitmen untuk aktif mendorong dan memotivasi mahasiswa mengikuti kegiatan MBKM. Tidak hanya memberikan apresiasi atas prestasi yang mampu dicapai oleh Unsika, Sesdirjendikti juga mengajak seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan Unsika untuk bersatu dalam menjalankan MBKM dapat menjadi perguruan tinggi yang inovatif, kompetitif, dan unggul.

Tidak hanya memberikan pemahaman tentang konsep MBKM yang tepat, Sesdirjendikti juga memotivasi mahasiswa dengan memberikan informasi perihal beasiswa pemotongan UKT, dan pemberian uang saku bagi mahasiswa peserta MBKM melalui pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan). Selain memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, mahasiswa juga mendapatkan dukungan pendanaan.

Pada kuliah umum ini juga, Sesdirjendikti memberikan reward kepada tiga orang mahasiswa berupa kesempatan untuk hadir pada diskusi nasional yang akan digelar dalam rangka mempersiapkan Program MBKM tahun 2022 mendatang. Hal ini merupakan kesempatan luar biasa bagi mahasiswa Unsika untuk belajar banyak bagaimana setiap program MBKM itu dirancang di level kementerian.

“Saya sangat yakin dari kegiatan kuliah umum pagi ini, akan semakin menjamin bahwa Unsika Jaya, Kini, Masa Depan, dan Selamanya” ungkap Dr. Ir. Paristiyanti Nurwadani dengan optimis dalam menutup sesi paparan materi kuliah umum.

Tinggalkan Balasan