Menyambut Hari Kesehatan Dunia, Dosen Unsika Lakukan Webinar Komunikasi Kesehatan

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read

Dalam rangka menyambut “Hari Kesehatan Mental Dunia” yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2021 mendatang. Tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) membuat proyek pengabdian masyarakat (Abdimas) melalui SI-HIPKA Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Kegiatan dilakukan melalui webinar dengan tema “Peningkatan Pendidikan Komunikasi Kesehatan dalam Pencegahan Postpartum Depression Pada Ibu Hamil dan Menyusui.

Kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Karawang. Wahyu Utamidewi, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku ketua tim, Yanti Tayo, S.Psi., M.I.Kom., dan Pamungkas Satya Putra, SH., MH., anggota tim menggandeng mitra dengan Komisariat PPNI RSUD Kabupaten Karawang.

Dalam kegiatan webinar yang bertajuk “Let’s Talk About Post Partum Depression,” yang dilakukan melalui aplikasi Zoom Meeting, Fitri seorang mentor program EMAS Kabupaten Karawang sebagai narasumber, Rabu, (22/9/21).

Memaprkan bahwa, “berdasarkan data WHO, mental health di tahun 2019 lalu data menyebutkan sekitar 800 ribu orang meninggal akibat bunuh diri,” katanya.

Fitri menyebutkan, bahwa dalam setiap 40 detik sekali 1 jiwa meninggal dan di Indonesia sendiri angka mental health mencapai 1,6 persen samapai dengan 1,8 persen seper 100 ribu jiwa.

“WHO mengaris bawahi sekitar 10 persen wanita hamil dan 13 persen yang baru melahirkan mengalami gangguan kesehatan mental, terutama akibat depresi di seluruh dunia.” Menurutnya, data ini lebih signifikan di negara berkembang yakni 15,6 persen selama kehamilan dan 19,8 persen setelah melahirkan.

Tingginya angka tersebut Wahyu Utami ketua tim menambahkan, menunjukkan bahwa depresi pasca melahirkan membutuhkan perhatian dan dukungan yang cukup dari keluarga atau dari orang terdekat, katanya.

“Hal ini agar para orangtua lebih siap dalam mengasuh anaknya. Pada
Umumnya pasca melahirkan seorang ibu akan merasa senang karena bertemu dengan buah hati yang selama ini ditunggu-tunggu kehadirannya, tutur Tami.

Namun menurutnya, ada beberapa kasus muncul dari pasa melahirkan perasaan sedih, cemas, dan depresi. Kondisi ini dikenal dengan sebutan baby blues atau depresi pasca melahirka.

Lebih jelas Tami menyatakan, bahwa gangguan mental lebih banyak diderita pada usia reproduksi. Yaitu usia 18 hingga 25 tahun. Dan paling banyak dialami oleh wanita pada masa-masa reproduksi, kehamilan, persalinan dan masa nifas. (Tmi).

Tinggalkan Balasan