Kolaborasi Penanganan Covid-19, Dosen dan Mahasiswa Gandeng PPNI melalui KKN

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read

Menyikapi permasalah Pandemi Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, dibutuhkan pola kolaborasi anatara ilmuan, prkatisi dan elemen masyarakat. Oleh sebab itu, peran Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat RSUD Karawang, mengadakan pemberdayaan literasi kesehatan berbasis digital kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dosen dengan prkatek Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik-Integratif mahasiswa melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsika, Kamis, (23/9/21).

Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bersama dengan mahasiswa semester tujuh dari berbagai jurusan. Tujuannya untuk sinergi antara Ilmuan di Perguruan Tinggi (PT) dengan praktisi dari PPNI Komisariat RSUD Karawang bekerjasama guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Covid-19 yang menjadi momok bagi bangsa ini.

“ Pemahaman dasar masyarakat selama ini tentang literasi kesehatan hanya bisa didaoatkan melalui aplikasi media sosial seperti; Tiktok, Instagram, Facebook dan YouTube. Tidak banyak yang didapatkan dari media sosial dan sifatnya masih simpang siur, ” kata Ghama selaku Koordinator KKN Tematik-Integratif menjelaskan.

Lebih najut Gama, selama ini media sosial pribadi tidak menjadi rujukkan informasinya dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmia. Tatapi harus melalui serangkain prosedur ilmiah dengan melibatkan praktisi sebagai narasumbernya.

Hal tersebut senada dengan pernyataan ketua Komisariat PPNI RSUD Karawang Yoyo Kuswoyo bahwa, “saat ini ada kecenderungan bahwa pasien takut untuk datang ke rumah sakit karena takut di Covid kan. Kasusnya secara tiba-tiba pasien datang dengan kondisi yang sudah parah, tuturnya.

Yoyo menegaskan lebih lanjut menurutnya masyarakat harus memahami mana gejala Covid dan mana yg bukan. Yang akhirnya pasien akan tertangani dengan tepat sesuai gejalanya.

Program KKN Tematik-Integratif LPPM Unsika kali ini, mengusung tema “Literasi Kesehatan Berbasis Digital” berkolaborasi untuk mendukung usaha pemerintah guna menyelesaikan masalah pandemi Covid-19, menurut uraian Dr. Siti Nursanti S.Sos., M.I.Kom selaku dosen pendamping lapangan (DPL) KKN.

“Informasi kesehatan yang tepat akan dapat membantu masyarakat untuk mengambil keputusan dan memilih langkah langkah apa saja yang harus dilakukan saat pasien terpapar virus Covid-19,” katanya disela-sela pendampingan kegiatan KKN.

Menurutnya, Santi menegaskan bahwa yang paling menakutkan dari terpapar virus Covid-19 adalah isolasi sosial. Dimana pasien tidak bisa kemana mana dan dijauhkan dari sanak keluarga.

“Melalui “Literasi Digital” sebagai salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat untuk mengakses informasi kesehatan berbasis teknologi internet. Menurutnya, nantinya akan memudahkan setiap orang mendapat informasi dimanapun dan kapan pun. (Sti).

Tinggalkan Balasan