Persiapan UTBK 2020, UNSIKA Sesuaikan Protokol Covid-19

Kontributor: Faizal Arifin

 

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan persyaratan wajib untuk memasuki berbagai PTN yang berada di seluruh Indonesia melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pandemi dan kondisi darurat Covid-19 membuat jadwal UTBK berubah yang semula 20 – 26 April 2020 menjadi 5-12 Juli 2020.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tetap melaksanakan penyelenggaran ujian. Perbedaannya terletak pada pelaksanaan ujian yang wajib mengikuti protokol Covid-19 yang ditetapkan dalam “Dokumen Protokol Pelaksanaan Tugas Panitia Pusat UTBK PTN dalam Kondisi Pandemi Covid-19”. 

Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai salah satu dari 75 Pusat UTBK PTN yang ikut melaksanakan UTBK dan berada di bawah koordinasi LTMPT, kini tengah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana yang berkaitan dengan protokol Covid-19.

Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Prof. Dr. Sri Mulyani, AK., CA., menyampaikan, “Unsika sudah siap melaksanakan UTBK, dari sisi sarana maupun prasarana, dengan menyesuaikan protokol kesehatan. Seluruh tim sudah diinstruksikan untuk mempersiapkan pelaksanaan UTBK sesuai aturan baru yang berlaku.” Berdasarkan pantauan, telah terpasang wastafel dan alat cuci tangan serta hand sanitizer di berbagai gedung Unsika. Berbagai sarana ujian seperti komputer dan ruangan mulai dipersiapkan sesuai standar yang ditentukan LTMPT. Selain itu, Unsika melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan dan tengah memulai koordinasi dengan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan Satgas Covid 19 di Karawang terkait pelaksanaan UTBK.

 

Penyemprotan disinfektan di seluruh gedung dan ruangan Unsika

Mengenai sarana dan prasarana pelaksanaan UTBK, Unsika menggunakan dua gedung yaitu Gd. H. Opon Sopandji dan Gd. Perpustakaan yang terdiri dari 25 ruangan ujian. “Dengan protokol kesehatan, terdapat perubahan pada pengaturan ruangan karena jarak antar peserta yang dibatasi. Pertama, ruang ujian kapasitasnya dikurangi setengahnya sehingga ruangan yang sebelumnya 20 peserta menjadi 10 orang per ruang ujian. Kedua, yang sebelumnya mitra (sekolah) menjadi tempat penyelenggaraan UTBK, sementara ini tidak dapat digunakan sesuai aturan pusat (LTMPT),” disampaikan oleh Ketua UTBK Unsika sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Sulistyo Sidik Purnomo, M.Si.

 

Ruangan ujian sesuai protokol pencegahan Covid-19

“Gedung ujian yang semula hanya Gd. H. Opon Sopandji saja, karena perubahan standar pelaksanaan sesuai protokol kesehatan, maka Unsika menambah ruang ujian dengan menggunakan Gd. Perpustakaan Lantai 3 dan 4,” ucap Sekretaris UTBK Unsika, H. Rudy M. Setiadi, SE. Sesuai dengan data yang dilaporkan dalam web survey LTMPT, Unsika menggunakan 329 komputer, 25 ruangan ujian, dan direncanakan dapat diikuti oleh 8.250 peserta UTBK. Rudy menambahkan, “Setiap hari akan diadakan 4 sesi ujian, kecuali pada hari Jumat hanya akan diadakan 2 sesi (ujian), total 30 sesi ujian di Unsika.”

 

Rapat Persiapan UTBK Unsika pada 8 Juni 2020

Mengenai kesiapan sarana IT, Koordinator TIK UTBK Unsika, Nina Sulistyowati, M.Kom. menyampaikan, “Kita terus berkoordinasi dengan LTMPT untuk memastikan kesiapan tata kelola IT dan sistem UTBK agar berjalan dengan baik. Secara umum, dari sisi IT tidak mengalami banyak perubahan karena pandemi.”

“Berdasarkan aturan baru (LTMPT) tentang protokol Covid-19, saya sampaikan beberapa hal yang perlu diketahui oleh calon peserta UTBK,” ucap Isak Utama, S.Kom, Koordinator Pelaksana UTBK Unsika. Diantara yang wajib dilakukan oleh peserta UTBK diantaranya peserta ujian diwajibkan menggunakan masker, dan menggunakan sarung tangan (jika diperlukan) serta dipastikan dalam kondisi sehat dan melalui prosedur protokol kesehatan serta pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan oleh panitia sebelum masuk ruang ujian. Isak menambahkan, “Bukan hanya sebelum ujian [saja], selama ujian dan setelah ujian berlangsung setiap peserta wajib tetap mengikuti protokol kesehatan.”

Unsika yang tengah mempersiapkan pelaksanaan UTBK dari sisi sarana dan prasarana, juga telah mengagendakan sosialisasi protokol kesehatan kepada para seluruh pengawas UTBK yang melibatkan unsur dosen dan tenaga kependidikan. “Bukan hanya peserta, dan pengawas ataupun panitia, kita juga mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 kepada Petugas Keamanan dan Pegawai di lingkungan kampus agar pada penyelenggaraannya semua mematuhi standar yang ditentukan pusat (LTMPT),” ucap Sulistyo.  

 

Sumber:

  • Dokumen Protokol Pelaksanaan Tugas Panitia Pusat UTBK PTN dalam Kondisi Pandemi Covid-19
  • Rapat Persiapan UTBK dan UM-PTKIN Universitas Singaperbangsa Karawang, pada 8 Juni 2020

 

6 komentar

  1. Arip Ismail

    Semoga Berjalan Lancar dan tidak ada yang terkena COVID19 baik peserta dan panitiannya

  2. Beny Achmad

    Semoga pelaksanaan UTBK 2020 di Unsika dapat berjalan dengan lancar. Sukses buat semuanya

  3. Abek

    Bekerjalah sesuai perintah dengan tulus… !

  4. Galuh

    Itu untuk persyaratan nya kan suruh bawa surat dokter katanya, nah itu kaya KIR atau gmna ya?

    1. administrator

      Silahkan kirim pertanyaan tersebut melalui email ke utbk@unsika.ac.id ya

  5. pp

    Pusat UTBK unsika mewajibkan pesertanya memakai face shield dan sarung tangan atau tidak ya? saya email utbk@unsika.ac.id tidak dibalas. Mohon info jelasnya.

Tinggalkan Komentar

Back to Top