Abdimas LPPM Unsika Integrasikan Data Digital di Pesantren Al-Hasby Nihayatul Amal Rawamerta

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:3 mins read

Beban dan tugas Dosen yaitu “Tri Dharma,” di anataranya Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas). Hal tersebut sesuai dengan Indikator Kinerja (IKU) Perguruan Tinggi (PT), IKU 3, “Dosen Berkegiatan di Luar Kampus,” dan IKU 5, “Hasil Kinerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat”.

Merespon hal tersebut tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Singaperbangsa (UNsika) membuat proyek melalui SI-HIPKA Lembaga Penelitian dan Pengambdian Kepada Masyarakat (LPPM), yang terdiri dari, Dr.H. Lukmanul Hakim, S.Ag., M.Si, Sopyan Resmana Adiarsa, S.IP., M.A., dan Ema, S.I.Kom., M.Si bermitra dengan Pondok Pesantren Al-Hasby Nihayatul Amal Dusun Cilempuk, Desa Purwamekar, Kec. Rawamerta, Kab. Karawang untuk melakukan Penelitian dan Abdimas terkait, “Perpres No 39 tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia”.

“Satu Data Indonesia dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola Data yang dihasilkan oleh Instansi Pusat dan Intansi Daerah untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan,” ungkap H. Lukman yang sekaligus menjabat ketua tim, Kamis (9/9/2021).

Acuan pelaksanaan dan pedoman penyelengaraan tata kelola Data, akan berkesesuaian dengan ketersediaan Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagikan antar instansi yang berkepentingan, tuturnya.

“Nantinya akan lebih mudah dalam pengaplikasian data melalui Meta Data seperti profile identitas penyelengara, tujuan, periode, cangkupan, metodologi, pengelolaan, level dan analisisnya,” tandas Lukman lebih jelas.

Sementara Ema salah satu anggota tim menambahkan lebih spesifik, “Salah satu contohnya yaitu ketika Pesantren membutuhkan bantuan untuk pengembangan dan pembangunan manajemen pengelolaan. Jika sudah satu Data melalui sistem informasi yang lebih jelas melalui platform berbasis internet. Sehingga Instansi pusat yang menyediakan bantuan seperti Kementrian Agama atau Kemendikbuddikti akan lebih mudah mengakses profilenya,” tegasnya dengan nada suara lebih semangat.

“Pandemi Covid-19 manusi harus lebih memutar otak, lebih peka terhadap perubahan jaman dan pola hidup masyarakat yang serba berubah ini. Terlebih lagi Pemerintah selalu memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga kini,”kesahnya.

Jadi, integrasi satu Data sangat tepat diterapkan di Instansi manapun, untuk lebih mempermudah dalam pemutakhiran Data sesuai dengan kondisi jaman, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut pimpinan Pondok Pesantren IT Al-Hasby Nihaytul Amal, KH. Ato Murtado membenarkan, bahwa selama ini pesantrennya belum bisa memfungsikan fungsi integrasi Data digital melalui sistem informasi di website. “Makanya kami butuh bantuan dan saran dari tim Dosen Unsika sebagai akademisi untuk membuat profile digital,” ucapnya sambil tersenyum kepada tim.

“Prose yang selama ini ditempuh di pesantren masih menggunakan cara-cara lama. Belum mampu memfungsikan data digital,” keluhnya.

Sehingga, dari jumlah santrl laki-laki dan perempuan kurang lebih 300 orang, terdiri dari TPQ, PAUD, SD-IT,S MP-IT dan Madrasah Aliyah. Ditambah tenaga pengajar kurang lebih tiga puluh orang, terdiri dari lulusan pesantren dan sarjana belum bisa mengintegrasikan ke dalam Data digital, tutur Ato dengan memperjelas kondisi pesantrennya.

Dari kondisi tersebut Ato mengharapkan bantuan dari semua pihak, “Dengan kondisi ruang belajar yang terbatas, proses belajar mengajar 10 kelas. Ditambah saat kondisi Pandemi Covid-19 banyak keluhan dari wali murid terkait penghasilannya yang berkurang, katanya.

Harapannya ke depan pesantrennya bisa berkembang dan lancar dengan adanya sistem integrase Data digital tersebut.

Tinggalkan Balasan