Pengantar

Penjaminan Mutu (Quality Assurance) adalah keseluruhan aktivitas dalam berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa mutu layanan yang diberikan atau produk atau layanan yang dihasilkan selalu konsisten sesuai dengan yang direncanakan/dijanjikan. Dalam penjaminan mutu terkandung proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh pihak yang berkepentingan memperoleh kepuasan.

Sistem Penjaminan Mutu Unsika adalah penjaminan mutu yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait. Bagian-bagian tersebut adalah: organisasi, dokumentasi dan siklus implementasi. Secara umum tugas penjaminan mutu Unsika  adalah mengawal agar standar mutu (butir-butir mutu) yang ditetapkan dapat dirumuskan dengan benar, dilaksanakan secara tertib, dan dievaluasi secara berkala untuk peningkatan standar mutu Unsika secara berkelanjutan.

Organisasi penjaminan mutu terdiri atas :

  1. Badan Penjaminan Mutu (BPM) pada tingkat Universitas pada fungsi manajemen mutu terpadu.
  2. BPM Unsika dipimpin oleh seorang Ketua dan dua orang kepala pusat, yakni Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Kepala Pusat Audit Mutu
  3. Gugus Jaminan Mutu (GJM) pada tingkat Fakultas atau lembaga berada pada fungsi jaminan mutu.
  4. Gugus Kendali Mutu (GKM) pada tingkat Program Studi atau unit kerja yang berfungsi untuk pengendalian mutu

 

A.   Visi BPM

Menjadikan Unsika sebagai Perguruan Tinggi berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional tahun 2020

B.   Misi

  1. Melakukan standarisasi untuk setiap unit kerja
  2. Melakukan monitoring, bimbingan, audit internal dan evaluasi.
  3. Melakukan benchmarking untuk menentukan standar baru.

 

C.   Tujuan

  1. Membantu pencapaian visi dan misi Unsika melalui penjaminan mutu proses dan produk akademik Unsika.
  2. Menjamin kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik, peraturan akademik serta manual mutu akademik.
  3. Menjamin kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan di setiap program studi.
  4. Menjamin kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi.
  5. Menjamin relevansi program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan tuntutan stakeholder.